Minggu, 30 Juni 2013

Peran penting orang tua dalam Pendidikan ??



S
   aat ini banyak orang tua yang melimpahkan tanggung jawab pendidikan kepada pihak lain, padahal orang tua berperan penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Pemerintah, Sekolah dan Orang tua serta peserta didik itu sendiri merupakan element yang berperan penting dalam dunia pendidikan. Namun saat ini tidak sedikit orang tua yang melimpahkan tanggung jawab pendidikan anaknya kepada sekolah padahal pendidikan dasar anak adalah dari rumah yaitu dari orang tuanya sendiri untuk membentuk karakter dan kepribadian anak. Orang tua lebih mengerti watak anaknya. Cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menjalankan misi pendidikan, yaitu:
  1. Menciptakan atmosfer yang penuh penghargann, waktu yang cukup untuk bermain dan kesempatan untuk mandiri.
  2. Mengembangkan pola komunikasi yang positif.
  3. Menyediakan aturan yang konsisten dan batas-batas yang jelas dari setiap aturan. Aturan-aturan tersebut juga harus disertai dengan penjelasan yang memadai.
  4. Menyediakan aktivitas yang mendukung penguasaan anak akan keterampilan-keterampilan yang harus dikuasainya dan membuat anak mengembangkan kemampuannya. 
  5. Menyediakan kesempatan untuk merangsang dan belajar dengan anggota keluarga yang lain melalui hobi, permainan aktivitas fisik dan kegiatan lainnya.
Tanpa perhatian dan motivasi dari orang tua anak tidak akan bisa meningkatkan atau mengembangkan kualitas pendidikannya. Dari itu orang tua harus memperhatikan anak-anaknya dengan cara menciptakan lingkungan belajar anak, memperhatikan pola makan anak, waktu tidur, memantau dalam mengerjakan PR anak, memantau lamanya anak diizinkan menonton televisi dan acara TV yang boleh anak tonton, mereka juga mengawasi kegiatan anak sepulang dari sekolah.
Dengan perhatian orang tua dapat menerima dan memilih stimulus yang relevan dengan permasalahan yang dihadapinya, perhatian dapat membuat orang tua mengarahkan diri ketugas-tugas yang merupakan kewajiban yang harus dipenuhi terhadap tuntutan anak, memfokuskan diri terhadap masalah yang akan diselesaikan terlebih dahulu dan mengabaikan hal-hal yang tidak relevan.

Perhatian menurut Kenneth E Anderson adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran. Pada saat stimulus lainnya melemah secara sederhana. Perhatian terjadi ketika kita benar-benar berkonsentrasi dalam menggunakan salah satu alat indra kita. Contoh, ketika kita mendengarkan ceramah seseorang, maka telinga kita benar-benar fokus berusaha untuk mendengarkan dengan sebaik-baiknya.

Teori lain yang menjelaskan tentang faktor terbentuknya perhatian adalah teori kesesuaian (Congrunce Model Theory) yang dikembangkan oleh Boshier. Dalam metode ini dikembangkan bahwa seorang akan memberikan perhatian atau partisipasinya tentang konsep pendidikan tersebut.

Orang tua yang memiliki persepsi dan pemahaman yang sejalan dengan konsep pendidikan, akan dengan sukarela  menyumbangkan tenaga, pikiran dan emosinya untuk pendidikan anaknya dan sebaliknya. Orang tua pun harus banyak belajar mengenai kecerdasan anak, agar disaat proses pembelajaran di rumah dapat dilakukan dengan baik, menyenangkan dan tidak membuat anak merasa tertekan karena paksaan untuk belajar. Orang tua harus mengerti betul psikologis anak ketika pembelajaran – pembelajaran yang diberikan itu dijalankan agar hasil dari pendidikan dari seorang anak akan mencapai hasil yang maksimal.
Dari pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua yang paling dominan dalam suatu kelompok sosial terkecil yaitu keluarga dalam menjalankan peran dan fungsinya.
Dari itu tidak hanya sekolah saja yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan anak, tetapi orang tua juga berperan penting. Keduanya saling melengkapi. Jika tidak ada salah satunya maka akan menghambat kualitas pendidikan anak.

Tidak ada komentar: