Sabtu, 21 Juli 2012

Proses Kehidupan

Di dalam hening aku terdiam, berfikir tentang diriku sendiri...
Di sudut ruangan itu aku sendiri dan ditemani secangkir kopi. Riuh sorak sorai orang tidak menggangguku memikirkan apa yang telah terjadi dalam hidupku.
Aku tidak sadar akan waktu yang telah ku lewati malam itu, ternyata aku telah duduk berjam - jam di sudut itu dan aku menuliskan sedikit rasa yang berkecamuk di dalam hati ku.


Aku hanya berfikir dengan apa yang telah terjadi di dalam hidupku, dari yang paling buruk sampai hal yang paling membahagiakan... terselip rasa syukur yang teramat karena ternyata aku telah melewati proses yang begitu sulit, dan saat itu aku berfikir sepertinya tidak sanggup melewati masalah itu. Namun kini aku telah berada di satu fase yang berbeda, dan aku sadar ternyata aku telah lalui hal itu dengan baik walaupun penuh dengan perjuangan dan jatuh bangunnya membuat aku sedikit menjadi wanita yang bisa berfikir dengan bijak dan masih dalam proses belajar untuk ikhlas dalam setiap masalah yang ada di dalam kehidupanku.

Setiap manusia memiliki beban masalah yang berbeda - beda, setiap manusia memiliki cara yang berbeda juga ketika mengatasi masalahnya. Namun bukan berarti harus terpuruk ketika merasa masalahnya lebih berat dibandingkan yang lainnya, karena aku meyakini bahwa Allah tidak akan memberikan masalah yang tidak sanggup kita lewati. Semua adalah proses pendewasaan dan penguatan diri sehingga kita sebagai manusia dapat memahami bahwa hidup ini harus kita maknai dengan hal - hal yang positif.

Banyak orang yang terpuruk ketika ditimpa suatu masalah, aku yakin sesungguhnya mereka sanggup berdiri dengan kakinya sendiri, berusaha dan memperbaiki kehidupannya. Namun mereka tidak mengerti apa gunanya masalah itu untuk kehidupan mereka. Mereka hanya berfikir Allah begitu jahat, begitu tega memberikan beban yang begitu besar. Padahal Cinta dan Kekuatan Allah begitu besar untuk kehidupan manusia.

Andai saja manusia mengerti kenapa Allah berikan ujian - ujian itu, manusia hanya menyakini ujian itu adalah kesusahan, kesedihan dan hal yang tidak enak, padahal ketika Allah berikan kebahagiaan, dan kemewahan itu adalah salah satu ujian yang Allah berikan kepada manusia. Ketika emosi manusia tidak dapat dikontrol maka manusia itu sendiri akan menolak pertolongan Allah dengan menyakiti dirinya sendiri tanpa meminta dan memohon untuk diberikan kekuatan oleh Allah atas masalah yang sedang dia hadapi.

Manusia sering mengandalkan emosi negatifnya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam kehidupannya. Emosi negatif yang lebih diutamakan justru akan membuat manusia itu sendiri tambah terpuruk dengan kesusahannya. Akan lebih bijaksananya ketika manusia dihadapi masalah dia bisa berfikir secara jernih dan mengontrol emosinya, setidaknya tidak meluap - luap dalam menyelesaikan masalahnya.

Masalah itu sendiri seharusnya dapat membuat manusia memaknai proses kehidupan yang telah dia lewati, lagi - lagi semua adalah pilihan. Mau atau tidak manusia itu belajar dari masalah yang dia terima, dan belajar untuk bersikap dan berfikir yang positif dengan masalah dan Ketentuan Allah itu sendiri.

Sulit memang untuk belajar mempositifkan diri, namun tidak akan ada orang - orang yang bijak dan dengan emosi yang baik tanpa belajar dan niat berubah serta memaknai masalahnya dengan positif. Hidup itu begitu indah ketika manusia dapat hidup berdampingan dengan hati dan logikanya, atau yang sering ku sebut dengan menyingkronkan hati dan fikiran.

Aku sebagai wanita saat ini sedang belajar dengan baik mengenai kehidupan. Pengalaman adalah Guru yang baik itu sering dikatakan oleh banyak manusia lainnya. Namun tanpa kita belajar atas pengalaman itu maka hasilnya pun tidak akan ada, selain penyesalah karena masalah itu terjadi di dalam kehidupan setiap manusia.

Jadilah diri yang positif, walaupun banyak yang mengatakan mudah ketika berbicara namun sulit untuk mengaplikasikannya, namun tidak ada yang sulit ketika manusia itu sendiri mau dan berniat atas kualitas kehidupan yang baik pada dirinya. Jadilah pribadi yang legowo, mau menerima kenyataan, ikhlas dalam menjalankan kehidupan, kuat dalam menghadapi masalah, selalu positifkan hati dan fikirian atas Kekuatan Allah dalam kehidupan setiap manusia.

Tidak ada komentar: